Bekerja Untuk Belajar

uangTantangan terbesar yang harus dirasakan seseorang ternyata justru berasal dari diri sendiri. Pola pikir kita adalah hal terpenting yang harus selalu diwaspadai karena apa yang ada dalam pikiran kita akan menggiring kita pada banyak hal.

Salah satu pola pikir yang sangat berpotensi “merusak” adalah pola pikir serba instant. Pola pikir serba instant akan membuat orang tidak menghargai proses dan hanya menekankan perhatian pada hasil akhir.

Buat mereka, bekerja untuk belajar adalah konsep usang yang tak lagi laku di jaman sekarang. Jaman sekarang, orang lebih berpikir bahwa tujuan mereka bekerja adalah untuk mencari uang. Sayang sekali, pola pikir ini justru membawa Anda menjadi pekerja sejati yang nyaris tak memiliki peluang untuk menjadi kaya kecuali Anda menempuh jalan pintas; korupsi.

Orang yang ingin maju akan selalu memandang bahwa dia sedang bekerja untuk belajar. Apa yang dilakukan dalam keseharian di tempat kerja adalah bagian dari proses belajar yang mengharuskannya mengetahui tentang banyak hal baru yang mungkin berguna di kemudian hari. Bekerja untuk belajar akan membuat seorang pekerja menemukan celah yang bisa dimanfaatkan untuk menambah skil diri.

Sementara itu, orang yang bekerja untuk mencari uang tidak akan pernah sempat dan memberi kesempatan pada diri sendiri untuk belajar dan mendapatkan sesuatu yang positif dari pekerjaan yang sedang ditekuni. Orang seperti ini hanya akan mengerjakan sesuatu berdasarkan upah. Secara tidak sadar, tipe orang seperti ini sudah memberikan batasan pada diri sendiri.

Bekerja untuk belajar boleh jadi akan membawa Anda mengerjakan tugas lebih dari yang diminta. Memang benar, Anda tidak akan dibayar untuk kerja ekstra Anda tersebut, akan tetapi apa yang sudah dilakukan akan menambah skil Anda secara tidak disadari. Menyerap ilmu baru dari tempat kerja adalah salah satu prinsip sukses seseorang. Bukan tidak mungkin, orang tersebut bisa menjalankan usaha yang sama di kemudian hari. Dengan mempelajari banyak hal, orang tersebut akan bisa mempraktekkannya di tempat usaha sendiri di masa depan. Prinsip sukses seperti ini seharusnya bisa dipahami oleh banyak orang. Dengan memegang prinsip sukses seperti ini, pekerjaan yang dilakukan akan memiliki nilai tambah tersendiri.

Prinsip sukses seperti ini mungkin terlihat usang. Sebagian orang bahkan memandang bahwa prinsip sukses seperti ini tidak akan membawa mereka menjadi orang kaya. Pola pikir seperti ini yang seharusnya diubah. Banyak contoh yang menunjukkan betapa banyak orang kaya memulai dari nol. Mereka menjadi kaya bukan karena bekerja akan tetapi mereka justru berhasil mencapai level menjadi orang kaya setelah mereka keluar dari pekerjaan lama dan mendirikan usaha sendiri.

Bekerja untuk uang mungkin akan memberikan Anda penghasilan yang “wah” untuk saat ini. Sayangnya, harus disadari bahwa sehebat apapun pekerjaan yang Anda lakukan, Anda hanya memperkaya orang lain. Akan ada masa di mana Anda harus berhenti bekerja dan tidak merubah prinsip bekerja untuk uang, maka saat itu Anda tidak akan mendapatkan penghasilan apapun. Mana yang lebih menyenangkan, menjadi orang kaya sesaat di masa muda atau merintis usaha dari muda dan menjadi orang kaya di masa tua?

If you enjoyed this article, Get email updates (It’s Free)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *