Belajar Dari Semut

Belajar dari semut, Ada gula ada semut. Pepatah ini sering kita dengar.

Inilah makhluk Tuhan yang sangat kecil, terlihat sangat lemah dan ringkih. Namun apabila kita memperhatikan pola hidup semut, ternyata makhluk kecil ini memiliki cara kerja luar biasa,  makhluk kecil yang sangat rajin. Pernahkah kita melihat semut yang tidak bergerak? Yang berdiam diri sendirian? Yang tidak berusaha mencari makanannya sendiri? Kalaupun kita melihat semut yang tidak bergerak, hampir dapat dipastikan semut itu telah mati.

Semut, binatang kecil yang tidak pernah menyerah. Coba kita perhatikan, saat mereka menemui hambatan atau rintangan. Mereka tidak pernah putus-asa, meratapi nasib dan kembali ke sarang dengan kecewa, tapi dia selalu berusaha dengan segala cara untuk bisa melewati hambatan yang ada di depannya. Berbagai cara akan dia lakukan, lewat atas, lewat bawah, lewat samping lewat jalan memutar dan dia selalu berusaha mencari celah agar dapat melintasi rintangan di hadapannya. Bisa dikatakan dia binatang yang sangat mandiri dan bertanggung-jawab atas dirinya sendiri, walaupun tidak ada pemimpinnya, pengaturnya, maupun yang mengawasinya.

Coba bandingkan dengan kebanyakan manusia, yang diciptakan Tuhan dengan segala kesempurnaan, namun begitu mudah putus-asa saat hambatan dan rintangan menghadang. Manusia hanya bekerja kalau diawasi atasan atau hanya melakukan suatu pekerjaan berdasarkan perintah.

Semut juga tim yang luar biasa, jangan heran kalau di mana ada satu makanan, ribuan semut tiba-tiba sudah mengerumuninya. Semut punya tim yang hebat, tangguh dan solid! Dengan kerja sama yang baik, mereka bahkan bisa mengangkat makanan yang beratnya puluhan kali lipat dari berat badannya.

Kehidupan semut ini sangat menarik. Masing-masing semut ketika telah mendapatkan makanan, segera meninggalkan tempat itu menuju lubang persembunyiannya. Jika bertemu sesama semut yang belum mendapatkan makanan, mereka tidak saling berebut. Semut yang belum mendapatkan makanan mencari sendiri ke tempat di mana makanan itu berada. Sedemikian rukun semut-semut itu. Tidak ada yang saling mengganggu, tidak juga kelihatan merampas makanan milik semut lainnya. Mereka juga tidak menumpuk makanan untuk kepentingan dirinya sendiri dan mengabaikan sesamanya

Sifat semut yang paling utama memiliki kebersamaan, selalu membagi informasi jika ada makanan yang dibutuhkan, saling solider dan bekerjasama di antara sesamanya. Mereka tidak tamak mengumpulkan makanan sebanyak-banyaknya untuk dirinya sendiri dan mengabaikan yang lain. Jika ada makanan, mereka justru memanggil-manggil sesama semut untuk dinikmati bersama.

Adakah kita bisa belajar dari makhluk kecil yang terlihat sangat lemah ini ?

Salam

Irma Sustika

If you enjoyed this article, Get email updates (It’s Free)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *