Berani Bermimpi Berani Bertanggung Jawab

DreamsMimpi itu gratiiis tidak bayar. tapi Anehnya tidak semua orang berani bermimpi. Ini fakta. Dalam setiap pelatihan yang saya bawakan saya menanyakan  pada peserta…punya impian? punya dong bu..masa ga punya…siiiip..mantaaap…kalau begitu silahkan tuliskan tiga urutan impian anda, sambil saya membagikan selembar kertas.Tuliskan impian anda yang  Mencakup, jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang.
Hmm…1..2..3..menit berlalu Hampir semua peserta, tidak ada yang menggerakan alat tulisnya. Selembar kertas dihadapannya, hanya dipandangi saja sambil cengengesan. Tidak seorang pun yang segera menulisnya.looh kok hanya dipandangi, bukankah katanya anda punya impian, silahkan ditulis…dan tetaap kertas kertas tersebut masih tampak suci bersih putih..hehhee
Akhirnya saya merubah penyampaian saya…okeee kalau begitu  “ Silahkan Anda tulis apa yang anda inginkan. Apa yang anda impiankan dalam hidup ini  ”   Barulah mereka bisa mulai menulis dengan lancar dan antusias.
Dari kejadian tersebut ,bisa dikatakan  bahwa sebagian orang tidak pernah merencanakan dan tidak tahu apa yang harus dikerjakan. Tidak terkecuali, dalam menjalankan usaha. Tidak sedikit mereka yang sudah menjalankan usaha puluhan tahun. Pola menjalankan usahanya sama saja. Seolah-olah menjalankan usaha, sekedar menggugurkan kewajiban.Tidak pernah terbersit dibenaknya. Apa yang harus saya lakukan agar usaha saya makin berkembang. Kalau ditanya apakah mereka ingin sukses. Pasti dengan serempak menjawab, ingin sukses. Ketika ditanya bagaimana cara mewujudkannya. Tak satu pun yang menjawab. Pokoknya sukses dunia akherat.
Henry David Thoreau  pernah bertanya  “ Sudahkah anda membangun istana di awang-awang ? Kalau sudah bagus. Karena disanalah seharusnya  istana itu anda bangun. Nah, sekarang, mari kita mulai bekerja membangun fondasi di bawahnya ”.  Anda tahu bukan maksudnya. Ya, setinggi apapun impian anda, harus selalu disertai dengan tindakan.
Impian jangan hanya di benak dan menjadi angan-angan. Impian harus di visualisasikan. Minimal tuliskan  dan gambarkan impian anda dalam buku harian. Mengapa harus ditulis ?  Menuliskan impian secara formal, akan membantu otak bawah sadar untuk mewujudkan keinginan tersebut.Mari kita mulai. Tentukan dengan pasti. Apa yang Anda inginkan. Jadikan impian menjadi sasaran yang nyata, jelas, spesifik dan dapat diukur dan berbatas waktu. Bagaimana ? Setuju !
Mari bermimpi, hidupkan impian impian kita
If you enjoyed this article, Get email updates (It’s Free)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *