Irma Sustika, Motivator ‘Tomboy’ yang Handal

TNOL.COM  Bahagialah dengan Bersyukur bukan Bersyukur karena bahagia. Sukseslah dengan Bahagia bukan Bahagia karena sukses” Irma Sustika, Inspirator, Motivator dan Trainer

Meski pernah dijuluki sebagai orang gila dan konyol karena melepaskan karier yang bergengsi sebagai seorang bankers dan juga karier gemilangnya di Asuransi. Tidak menyurutkan tekad Irma Sustika untuk berdiri sendiri memulai usaha dari rumah.

Alumni Universitas Jayabaya ini pernah berkerja selama 8 tahun sebagai bankers, kemudian pada tahun 1996, Irma pindah ke perusahaan asuransi dan bekerja selama 10 tahun.

Saat pindah kerja ke asuransi, Irma mendapat pandangan negatif dari sebagian orang bahkan keluarganya. Namun, ia tetap melangkah dengan bekal impian, keyakinan dan langkah pasti bergelut di industri asuransi tersebut.

Irma pun akhirnya membuktikan keberhasilannya di asuransi dengan prestasi yang diraihnya. Ia berhasil membawa team yang dipimpinnya masuk dalam 3 besar peringkat nasional selama 8 tahun berturut-turut dari 10 tahun karirnya di perusahaan Asuransi besar di bawah bendera Astra International.

Untuk menunjang profesinya saat itu, Irma pun mengambil Certified Life Underwriter Training Consult Fellow dari American Collage, Amerika Serikat

Ketika kariernya di asuransi sedang mencapai kegemilangan, tiba-tiba pada tahun 2006 Irma memutuskan untuk meninggalkannya ketika kedua putranya memasuki  SMP.

Banyak dari temannya yang tidak setuju, bagaimana tidak, income puluhan juta dari pekerjaannya di asuransi dilepasnya dan memilih tinggal di rumah, terlebih Irma dikenal sebagai perempuan yang tidak pernah kerja di rumah.

Irma saat menjadi pembicaraIrma saat menjadi pembicaraNamun, dengan modal nekat dan tentu saja keyakinan, Irma pun melepas pekerjaannya dan memulai usaha barunya dari rumah di bidang konsultan SDM (Sumber Daya Manusia).

“Alasannya ingin dekat dengan anak, apalagi sudah SMP, saya enjoy aja karena saya punya alasan terkuat, dan saya punya kantor dari rumah,” begitulah ucapnya kepadaTNOL .

Namun, pada 2008, Irma kehilangan sesuatu yang lebih berharga dari segalanya, yakni ditinggal Putra bungsunya untuk selamanya. Ia menjadi korban tabrak lari di sekitar sekolahnya.

Peristiwa tersebut membuat Irma terasa kehilangan semangat lagi untuk melakukan apa pun. Usahanya pun sempat mengalami kevakuman. Menurutnya, tuhan sudah mengatur segalanya, itulah kenapa ia terdorong keyakinan untuk melepaskan kariernya waktu itu.

“Mungkin tuhan memberi kesempatan kepada saya untuk di rumah bersama anak-anak, mungkin ini hikmahnya, ada yang lebih mahal lagi daripada pekerjaan,” ucapnya dengan nada sedikit lemah.

Beruntung orang-orang terdekat, keluarga dan sahabat selalu ada disampingnya dengan memberikan dukungan, sehingga Irma pun bangkit kembali dari keterpurukan kehilangan putra bungsunya.

Ia pun kemudian menghidupkan kembali jasa konsultannya yang semakin berkembang sampai sekarang. Perusahaan SDM ini  berfokus pada bidang pelatihan serta SDM Event Management.

Irma juga menjadi pembicara, pengajar dan berbagi di berbagai organisasi, institusi perusahaan di beberapa kota di Indonesia. Baik yang dilaksanakan secara In-house maupun Public Training serta Outdoor Activities dengan media belajar yang Efektif, Edukatif dan Entertainment

Lewat tulisan

Irma bersama komunitas women preneurIrma bersama komunitas women preneurIrma juga menulis sebuah buku berjudul Life For Happiness. Buku ini berisi tentang kumpulan tulisan dari pengalaman hidup yang dilalui Irma sebagai proses pembelajaran dalam memaknai kehidupan.

Menurutnya, buku tersebut memberikan sebuah kesaksian bahwa hidup selalu memiliki nilai khusus pada pribadi masing-masing orang. “Hidup hanya sekali, jangan sia-siakan hidup Anda hanya dengan meratapi berbagai masalah yang datang atau yang telah lewat…GeT INTO THE PROBLEM AND FACE IT…!

“Buku ini tidak meminta Anda untuk berubah dalam sekejap, namun saya mengajak untuk mau menjalani proses perubahan serta memberdayakan potensi diri dan menjadi TUAN bagi diri kita sendiri,” ucap pendiri WomanPreneur Community ini mantap.

Irma mengatakan, bahwa hidup itu untuk happy. “Hidup adalah sebuah kebahagiaan. Bagi sebagian orang mungkin menganggap bahagia itu jika memiliki sesuatu, padahal kita bisa hidup aja itu bahagia. Dan, bahagia itu dimulai saat kita bersyukur. Dengan bersyukur kita melihat itulah kehidupan.”

Salah satu buku karya Irma SustikaSalah satu buku karya Irma SustikaLebih lanjut ia menjelaskan, bahwa saat seseorang bisa menerima episode kehidupan, semua akan terasa ringan. Malah, katanya, keluhan dapat menghambat langkah kita. “Kita harus terima apapun yang terjadi, tetap bersyukur dan melangkah,” sarannya.

Wanita yang mengaku tomboy sejak kecil ini juga menuangkan pengalamannya dalam sebuah tulisan di blognya yang ditekuninya sejak 2005. “Saya suka nulis di blog, tulisannya lebih ke cerita, tapi ada motivasinya. Saya menulis karena ingin berbagi dan apa yang saya alami. Buat saya menulis itu anytime,” ungkap perempuan yang juga kini sedang menyelesaikan dua bukunya, yaitu “Be Inspiring Woman” dan buku tentang penjualan.

Wanita yang juga sering menerima curhatan dari sahabat-sahabatnya ini mengaku yang menjadi inspirasi hidupnya adalah ibunya (70 tahun), yang merupakan wanita tangguh dan multitalenta dengan segala bisnis yang dijalankan.(Sbh)

If you enjoyed this article, Get email updates (It’s Free)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *