Kita Dilahirkan Menjadi Pemenang

Kita dilahirkan sebagai PEMENANG. Keyakinan pertama yang harus kita miliki sebagai anak manusia adalah keyakinan bahwa kita dilahirkan untuk menjadi pemenang”. Kita percaya bahwa tidak mungkin Tuhan menciptakan kita ke dunia ini tanpa alasan apa pun. Tidak mungkin!

Nah, jika kita berani lahir, maka kita juga haruslah berani mati karena kita pasti mati ! Lalu, sekarang mati seperti apa yang kita inginkan? Kita ingin mati sebagai apa? Ingin dikenang sebagai siapa?

Apabila kita memilih yakin bahwa kita dilahirkan untuk menjadi pemenang, maka sudah sepantasnya apabila kita memilih mati sebagai pemenang pula. Pemenang seperti apa, itu persoalan lain. Yang penting pilihannya adalah kembali ke Sang Khalik sebagai seorang pemenang, agar tidak memalukan Sang Pencipta kita.

Kedua, diperlukan keberanian untuk melangkah maju ke depan. Namun, bagaimana berani kalau aku tetap diam di tempat? Betul juga ya. Baiklah mari kita segera berdiri dan mulai melangkah. Langkah pertama, langkah kedua dan langkah ketiga, tapi oh.. oh.. lihat apa yang ada di depan jalan. Ah, kayaknya agak mendung, agak redup, agak berkelok, agak licin. Ehm, bisa-bisa terpeleset, tergelincir, bahkan terpental saat di perjalanan? Ya, bisa saja. Namun, kita harus berani untuk terus melangkah.

Ketiga, daripada hanya berdiam diri, melangkahlah. Mungkin akan tergelincir sesekali, tetapi itu adalah pilihan yang jauh lebih baik daripada berdiam di tempat. Dengan tergelincir dan merasakan sakitnya tergelincir, kita akan belajar menghindari berbuat kesalahan yang sama. Kita pun bisa belajar menemukan ide-ide lain yang lebih baik, lebih tepat guna, lebih kreatif, lebih produktif dalam melangkah. Kesalahan  terbesar adalah tidak melakukan sesuatu. Bukan hanya enggan mencoba, kadang kita malah sudah membayangkan sakitnya tergelincir sebelum menempuh perjalanan sehingga semakin enggan melangkah.

Keempat, orang yang berani bangkit dan belajar dari kegagalan adalah PEMENANG SEJATI! Di dunia ini banyak sekali kisah orang yang pernah mengalami kegagalan dan setelah itu tidak ada lagi ceritanya. Apakah kita mau seperti mereka? Habis terbit, kena awan gelap dan menghilang tanpa bekas? Gone with the wind… Kita bisa punya pilihan lain. Kita ingin jadi pemenang atas diri kita sendiri. Cerita kehidupan yang bisa dibagikan hanyalah cerita kebangkitan, bukan cerita kegagalan. Jika kita tidak pernah bangkit, maka habislah pula cerita hidup kita. Percuma saja kita dilahirkan.

 Kelima, apa pun SAYA BISA jika saya mau! Kuncinya adalah kemauan, bukan hanya kemampuan. Orang yang memiliki kemampuan, jika tidak ada kemauan, bagaikan mayat hidup yang tidak tahu mau ke mana. Tidak ada bedanya dengan hidup luntang-lantung, tidak ada tenaga, tidak ada semangat, tidak ada spirit.

Keenam, hidup ini adalah pilihan dan saya memilih menjadi orang yang bahagia. Memang sebuah pilihan tidaklah mudah. Namun kita harus mulai belajar berani memilih dan memutuskan ke mana arah hidup kita. Apa pilihan hidup kita? Kitalah yang harus menentukan arah jalan hidup kita. Kitalah yang menentukan titiknya. Ukuran, warna, bunyi, rasa, dan sinar titik tersebut. Sinar biasa atau sinar sebuah BERLIAN? Kecil bentuknya, namun gemerlapan sinarnya. Kekuatan kilau sinar berlianlah yang membuat kita tidak kehilangan arah. Walau di sekitar kita kadang mendung, kadang redup, kadang gelap.

Ketujuh, semakin kita fokus pada impian kita, semakin cepat kita mencapai impian itu. Fokus menghasilkan energi besar yang semakin lama semakin dahsyat. Fokus membantu membimbing arah kita bergerak: melangkah, berlari, menuju kemilau sinar berlian. Karena fokus, maka apa pun situasi di sekitar kita, tidak akan membuat kita terganggu. Jalan yang berkelok dan terjal kita jalani. Jalan macet pun kita nikmati. Segala halangan dan rintangan kita atasi.

Kedelapan, berhentilah menunggu kondisi membaik. LAKUKAN SESUATU agar kondisi membaik. Itulah motto yang semestinya kita jalankan. Banyak hal di luar jangkauan kemampuan kita: keadaan alam semesta, keadaan negara, keadaan masyarakat di mana kita berada. Buat apa aku fokus pada sesuatu di luar kendali kita? Lebih baik fokus pada sesuatu yang bisa kita kendalikan, bukan? Sesuatu yang bisa kita jangkau, sesuatu yang bisa kita buat lebih baik. Jadi, sebaiknya fokus saja pada karya. Ya, berkarya, berkarya dan berkarya…

Kesembilan, kita bekerja sungguh-sungguh. Kita pun berdoa sungguh-sungguh! Selanjutnya, biarlah Tuhan yang menentukan, begitulah yang dikatakan oleh Florence Griffit Joyner.

(Sekarang katakan dalam hati dengan rasa keyakinan yang kuat) BENDERA SUDAH DIKIBARKAN.

(Lebih perkuat lagi rasa keyakinan Anda) MAKA KIBARKANLAH SETINGGI MUNGKIN!

(Tingkatkan rasa keyakinan Anda sekuat-kuatnya) KIBARKANLAH BENDERA KEMENANGAN KEPADA KEHIDUPAN!!

KEHIDUPAN YANG BERHIKMAH!!!

Selamat menuju impian dengan penuh keyakinan, karena kita dilahirkan sebagai pemenang, maka isilah kehidupan dengan menjadi pemenang.

 Jangan ragu untuk menjadi pemulung SUKSES SUKSES KECIL. Cepat atau lambat SUKSES yang lebih BESAR akan menghampiri Anda!

 

Salam Happiness

Irma Sustika

If you enjoyed this article, Get email updates (It’s Free)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *