Komunikasi Penjualan Bagi Usaha Kecil – Part 1

Komunikasi Penjualan UMKM, Bagi sahabat  yang memiliki usaha sendiri, setelah memiliki produk unggulan yang berkualitas, mengumpulkan pelanggan adalah suatu keharusan untuk mendongkrak  penjualan dan juga  keuntungan. Yang perlu dicatat bahwa usaha akan tetap eksis jika pelanggan yang datang tak hanya sekali saja bertandang tetapi dengan loyal selalu datang untuk mengkonsumsi produk yang kita hasilkan baik itu produk riil ataupun yang berupa jasa.

Namun sayangnya, tak banyak pengusaha, khususnya yang menggeluti bisnis skala kecil dan menengah, menyadari pentingnya komunikasi dengan pelanggan. Padahal, ini aspek penting untuk menjaring dan menjaga loyalitas pelanggan. Cara-cara komunikasi pemasaran yang sederhana nan ampuh bisa dilakukan tanpa harus menguras kantong.

Banyak pengusaha kecil yang menyepelekan upaya menjalin komunikasi dengan pelanggan. Kalaupun ada yang sadar bahwa ini bukan perkara remeh, kebanyakan yakin ongkosnya terlampau besar. Ongkosnya tak sebanding dengan keuntungan yang diperoleh kata mereka

Banyak pengusaha pengusaha kecil mengutamakan kualitas produk di atas segalanya. Mereka berpedoman bahwa produk berkualitas dengan harga sesuai pasti laku. Boleh jadi memang begitu.

Sikap meremehkan pentingnya aspek komunikasi dengan pelanggan sering  disebabkan karena lemahnya komitmen seorang pengusaha terhadap usaha yang digelutinya. Mereka malas mempelajari hal-hal baru, mencoba, apalagi repot menerapkannya. “Kalau bisnis sekarang sudah laku, mau ngapain lagi, sih?” mungkin begitu isi benak mereka.

Segala macam kendala mental yang merendahkan pentingnya komunikasi terhadap pelanggan itu bisa hilang kalau kita memandangnya dengan sudut pandang sedikit berbeda. Anggaplah komunikasi itu investasi, bukan biaya. Kita jangan selalu mengukur promosi dengan tingkat penjualan yang diperoleh.

Bagaimana menerapkan strategi komunikasi kalau dana pas-pasan? Mungkin itu pertanyaan yang menggayuti benak Anda. Itu memang menjadi pertanyaan rutin. Perusahaan besar saban hari bisa beriklan di teve, media cetak, atau memasang papan reklame di sudut-sudut paling strategis di seluruh penjuru koran. Mereka bisa melakukan itu semua karena punya dana besar.

Perusahaan kecil  apalagi masih dalam skala mikro,masih memulai usaha rumahan,  seperti halnya bermacam usaha yang dijalankan oleh sahabat sahabat saya yang tergabung di Womanpreneur Community, tentu tidak bisa seleluasa mereka dalam menyusun strategi komunikasi kepada pelanggan. Tapi, bukan berarti mereka tak bisa berpromosi sama sekali. Jalan untuk menyelenggarakan komunikasi pemasaran bagi pengusaha kecil tetap terbuka lebar. Sekarang zamannya integrated communication, tidak cuma mengandalkan iklan di televisi, media cetak atau radio.

Banyak saluran komunikasi below the line. Apa itu below the line ?

Below the line adalah promosi mengunakan media seperti spanduk, poster ,social media sampai acara-acara temu pelanggan. UMKM lebih bisa mengatur below the line karena skala mereka kecil, bisa lebih customized.

Kuncinya, silakan buat strategi komunikasi yang sederhana tapi efektif. Banyak UKM yang belum sadar hal ini. Kalau kita yang melakukannya, kita jadi pelopor. Intinya, lakukan terobosan yang murah meriah. Buat perusahaan kecil, ingatlah: yang paling penting adalah menjaga agar orang keep in mind bahwa kita ada. Selanjutnya, buat identifikasi brand/merek sehingga mereka tertarik mencoba.

Nah, kalau Anda tertarik mengetahui jurus-jurus konkret menerapkan strategi komunikasi kepada pelanggan guna menggaet pasar silakan praktekkan saran-saran yang akan saya sampaikan di part II yaaa…:)

 

If you enjoyed this article, Get email updates (It’s Free)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *