Masa Depan Ditangan Siapa?

 

Masa depan hanyalah milik orang-orang yang percaya pada keindahan mimpi-mimpi mereka!

                                                                             ~Eleanor Roosevelt~

Masa depan ditangan siapa ? Kadang kita tidak bisa menikmati apa yang kita dapat dan rasakan sekarang lantaran kita terlalu mengkhawatirkan masa depan, terlalu mengkhwatirkan besok, lusa akan bagaimana.

Perhatikanlah sajian di layar kaca kita, yang akhir-akhir ini diwarnai oleh maraknya iklan ramal-meramal. Para peramal tahu bahwa masyarakat Indonesia dekat dengan dunia mistik, karena itu mereka menggunakan peluang ini untuk menjual informasi mereka yang dianggap supranatural. Untuk menang bersaing meraup keuntungan yang lebih besar, para peramal itu menggunakan kecanggihan teknologi. Strategi mereka mempromosikan hasil ramalan dan menarik pelanggan pun dikemas dengan cara yang mudah serta menarik. Misalnya lewat SMS: Cukup ketik reg spasi nama dan kirimkan ke…… demikian perintahnya.

Mengapa ramalan begitu laris? Karena kebanyakan orang ingin mengetahui tentang nasibnya di masa depan. Para remaja ingin tahu kelanjutan kisah cinta mereka, para pedagang, pebisnis dan politikus ingin tahu keberuntungan mereka. Alternatif tercepat yang mereka tempuh adalah dengan mendatangi peramal atau praktik usaha gelap lainnya. Lagi pula masyarakat sekarang tidak perlu bersusah-payah mencari peramal, karena saat ini mereka membuka praktek di mall, hotel, cafe atau tempat-tempat nongkrong lainnya.

Sebetulnya, salah satu syarat untuk bahagia adalah bisa menerima dan menikmati apa yang didapat sekarang tanpa perlu mengkhawatirkan esok, lusa mau seperti apa. Nikmati saja apa yang Anda dapatkan sekarang dengan tetap berprasangka baik terhadap masa depan. Dan tetap berjalan untuk hari esok.

Berikut ini tiga emosi positif yang harus kita kembangkan setiap hari:

  1. Bersyukur terhadap masa lalu. Kita tak bisa mengubah apa pun yang telah terjadi. Tak bisa menarik perkataan yang telah terucapkan. Tak mungkin lagi menghapus kesalahan dan mengulangi kegembiraan yang Anda rasakan kemarin. Biarkan hari kemarin lewat; LEPASKAN saja!
  2. Bergembira hari ini. Yang tersisa kini hanyalah HARI INI! Pintu masa lalu telah tertutup, pintu masa depan pun belum tiba. Pusatkan diri Anda menjadi yang terbaik untuk hari ini. Kita dapat mengerjakan lebih banyak hal hari ini, bila kita mampu memaafkan dan melepaskan hari kemarin dan melepaskan ketakutan akan esok hari. Hari ini saatnya bangkit! Jika bukan hari ini, kapan lagi? Jika Anda sedang merasa terpuruk, bangkitlah dari keterpurukan Anda. Jika Anda baru saja gagal, bangkitlah dari kegagalan Anda. Bahkan, saat Anda merasa baik-baik saja, bangkitlah untuk lebih baik lagi.
  3. Optimis terhadap masa depan. Kita tak tahu apa yang akan terjadi. Tak tahu, bisa melakukan apa esok hari. Tak mungkin tahu akan sedih atau ceria di esok hari.
    Karena, Hari Esok belum tiba; PERSIAPKAN saja…!
Artikel ini adalah salah satu artikel dalam buku saya LIFE FOR HAPPINESS
Salam
Irma Sustika
If you enjoyed this article, Get email updates (It’s Free)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *