Mendengar Aktif, memang penting ?

good_listening
Mendengar aktif,  Sejak lahir kita dibekali dengan kemampuan mendengar namun berjalan dengan waktu kemampuan tersebut semakin terkikis
pernakah kita berada dalam situasi seperti dibawah ini  dalam  sebuah pembicaraan
berbicara2
A : Halooowww..Kamu dengerin aku ngomong gak sich?!
B : Iya, ini juga lagi dengerin ko..
A : Coba kalo kamu emang dengerin, tadi aku ngomong apa?!
B : Uummm…..eeeh apaa tadi yaa..
Halaaah…gubraxx…katanya dengerin!
Pernahkah kamu berada dalam situasi seperti diatas? Entah jadi sebagai si “A” atau si “B. Pasti pernah kan? Saya juga pernah. Betapa kesal dan marahnya kita saat kita sedang memberitahu sesuatu yang penting ke orang yang kita tuju, tapi orang yang kita tuju itu malah tidak mendengarkan apa yang kita katakan, entah dia sibuk sendiri atau memang tidak mau mendengar. Padahal mendengarkan orang itu termasuk menghargai mereka lho! Dan kita juga ingin dihargai orang kan?

Nah, makanya, kita harus membudayakan untuk mendengarkan apa yang dibicarakan orang. Mendengarkan itu menghargai orang yang sedang berbicara dengan kita. Tapi mendengarkan itu ga cuma  sekedar mendengarkan looh, tapi memperhatikan dengan seksama apa yang dibicarakan oleh orang atau yang kita kenal dengan mendengar aktif…

Hadeeh apa pula sih itu mendengar aktif.?
Awal mula kita belajar segala sesuatu pasti lewat mendengar. Kita belajar mengenal suara ibu dan ayah juga lewat mendengar. Saat seluruh indra lain belum sempurna bekerja, pendengaran kitalah yang berperan.
Beranjak dewasa kemampuan mendengar kita tetap berfungsi, tetapi ketrampilan mendengarkan semakin berkurang. Kita sudah tidak melatihnya lagi. Coba kita ingat lagi apakah dulu ada pelajaran mendengarkan di sekolah? Iya ada saat pelajaran bahasa inggris. Selain mata pelajaran itu rasanya tidak ada lagi.
Waktu belajar kita menjadi lebih banyak dihabiskan untuk membaca dan menulis. Ketrampilan mendengarkan tidak lagi dilatih dan digunakan.
kita memberikan 60% waktu komunikasi kita untuk mendengarkan, tetapi hanya 25% nya saja dari apa yang kita dengar itu kita ingat.
Padahal kemampuan mendengarkan merupakan syarat bagi seseorang untuk mengerti dan saling memahami satu sama lain. Persoalan apapun dan dimanapun itu semua akan terselesaikan bila kita mau mendengarkan.
Sikap mendengar aktif sangat bermanfaat , baik dalam pergaulan sehari, dalam dunia kerja maupun bisnis
Dengan mendengar aktif  akan memberikan suasana positif terhadap orang-orang disekitar kita. Mereka juga akan merasa dihargai karena kita aktif mendengarkan dan merespon apa yang dikomunikasikan kepada kita
Banyak aturan penting yang harus kita lakukan dalam mendengarkan,duuuh dengerin aja pakai aturan yaa…hiihiii
Harus memperhatikan, fokus dan menyimak apa yang dikatakan oleh orang terhadap kita. Ini merupakan sebuah keterlibatan, keterbukaan, menghargai dan menunjukkan bahwa kita memang bersedia mendengarkan. Disamping itu, kita juga sesekali harus melakukan kontak  mata (tapi jangan terlihat seperti sedang menantang atau melotot), disertai dengan bahasa tubuh seperti anggukan kepala.
Ketika sedang mendengarkan, sebaiknya kita juga tidak terlalu banyak bergerak dan fokus terhadap orang yang sedang berkomunikasi kepada kita. Sebagai contoh, lebih baik kita berhenti sejenak dalam melakukan kegiatan yang sedang kita lakukan dan diam untuk mendengarkan lawan bicara kita. Kita juga hendaknya tidak memotong pembicaraan atau langsung bereaksi negatif ketika sedang mendengarkan, memberikan solusi tanpa diminta, mengalihkan perhatian dan pembicaraan dan lain-lain.
Mendengarlah dengan RASA

Anda harus mulai mempraktekkan mendengar dengan RASA di setiap kesempatan. RASA merupakan singkatan dari kata Receive,Appreciate , Summarize, Ask. (menerima, menghargai, meringkas dan bertanya).

Teknik RASA sesungguhnya adalah teknik mendengarkan aktif. Teknik mendengar aktif ini adalah  teknik tertinggi dalam mendengarkan.

Kita tidak sekedar mendengarkan untuk mencari ide-ide utama saja. Kita tidak sekedar mendengarkan untuk cepat-cepat saja. Dan, kita tidak sekedar mendengarkan dengan pikiran kita asyik sendiri memikirkan hal lain.

 Mendengar aktif akan lebih dipahami jika kita selalu berusaha untuk melakukannya. Melatih terus keterampilan diri agar menjadi sahabat, sahabat, saudara atau orang tua yang ramah, pengertian dan cerdas.
Ayooo sering sering belajar mendengar yaaa….
If you enjoyed this article, Get email updates (It’s Free)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *