Meningkatkan Penjualan Dengan 4 Tehnik Melayani Ini

customer-service

Meningkatkan Penjualan dengan Tehnik Melayani

Tulisan ini saya buat untuk menjawab pertanyaan sahabat sahabat saya di #womanpreneurcommunity, komunitas yang mewadahi sahabat perempuan membangun bisnis ,

Seringkali banyak pertanyaan yang sama,diantaranya  bagaimana cara memperlakukan pembeli online yang menghubunginya melalui media sosial  atau media chat lainnya.

Seperti yang sudah Anda tahu bahwa dalam jual beli online antara penjual dan pembeli tidak bertatap muka secara langsung.

Saya akan membahas mengenai konsep, dan tidak akan membahas secara teknisnya yaaa mengenai interaksi dengan calon pembeli agar mengarah kepada transaksi.

Naah sebelumnya kita sepakati pemahaman dulu yaaa…. kita bagi kelas setiap calon pembeli . Saya membagi calon pembeli menjadi 3 bagian

Prospek adalah seseorang yang sudah atau baru pertama kali menghubungi kita namun belum pernah membeli membeli produk.

Pembeli  adalah seseorang yang sudah pernah membeli produk Anda, namun belum pernah melakukan repeat order.

Klien adalah pelanggan loyal yang sudah membeli produk Anda lebih dari satu kali.

Klien setia adalah klien yang sudah membeli berkali kali dan mereferensikan produk/jasa anda berkali kali

jelas yaaaaa 4 kategori diatas

Anda harus melayani keempat kategori pelanggan tadi dengan cara yang berbeda. Ingat, beda ikan maka berbeda pula kail yang digunakan.

Lalu seperti apakah cara yang tepat? Berikut ini saya ulas secara singkat, tetaplah bersama saya dan silahkan lanjutkan untuk membaca.

  1. Prospek (Sapa-Tanya-Dengarkan-Tawarkan)

Saat Anda melayani obrolan teks dengan calon pembeli yang termasuk kedalam kategori prospek, maka sangat saya tekankan untuk tidak terburu-buru membahas transaksi. Apalagi jika dia baru pertama kali terhubung dengan Anda. Bangunlah kepercayaan terlebih dahulu, dan buatlah dirinya nyaman.

Sapa

Upayakan untuk terlebih dahulu menyapa calon pembeli, setidaknya bertanya  domisili tempat tinggal

Tanya

Coba untuk bertanya mengenai apa yang sedang dia butuhkan. Bangun obrolan sesantai mungkin. Gunakan emoticon yang dapat membantu membuat calon pembeli menikmati suasana obrolan.ingaaaaat !! anda tahapan ini tahapan anda bertanya tahapan anda menggali kebutuhan mereka

Dengarkan / Simak

Saat dia mengutarakan kebutuhannya, cobalah untuk menjadi pendengar / (pembaca) chat setia. Jangan memotong pembicaraan calon pembeli. Lalu, lakukan konfirmasi atas pertanyaannya dengan cara mengulanginya kembali.

Misalnya:

Pembeli: “Aku lagi nyari Rok warna hitam polos ada gak?”

Penjual: “Oooh rok  yang hitam polos yaa?” <— br=”” konfirmasi=”” pertanyaan=””>

Jangan anggap remeh bagian ini, karena dengan melakukan konfirmasi seperti itu, calon pembeli yakin bahwa Anda sudah mengerti dengan apa yang dibutuhkannya. Dan pada fase ini Anda sudah berhasil merebut setengah hatinya.

Tawarkan

setelah anda mendapatkan konfirmasi apa yang prospek butuhakn Pada tahap ini, silahkan mulai memberikan tawaran  produk Anda yang sesuai dengan apa yang diinginkan calon pembeli.

2. Pembeli (Tanya-Dengarkan-Tawarkan)

Ketika Anda melayani seorang calon pembeli kategori pembeli , berbeda dengan point 1 yang tadi kita bahas. Cek terlebih dahulu, mengapa dirinya belum melakukan repeat order.

Tanya

Ketika berhubungan dengan seorang pembeli yang sudah pernah membeli produk Anda. Cobalah untuk terlebih dahulu bertanya. Buka obrolan dengan bertanya kabarnya atau bertanya mengenai produk pertama yang dibelinya, apakah sesuai dengan pesanan atau tidak.

Jika ternyata dia tidak puas dengan pengalaman pembelian pertamanya, cobalah untuk memberi klarifikasi sebaik mungkin.

Dengarkan

Coba untuk berani mendengarkan /menyimak semua yang diutarakan . Tak peduli mengenai rasa puas atau bahkan rasa kecewa atas pembelian pertama. Selalu berikan tanggapan positif atas apa yang diungkapkan.

Tawarkan

Setelah itu lanjutkan dengan memberikan penawaran atas produk Anda. Bisa dengan menawarkan produk varian baru, atau dengan menawarkan kupon belanja atau event promosi lainnya.

3. Klien  (Beritahu-Tawarkan-Pertahankan)

Berbeda halnya ketika Anda menghadapi konsumen yang sudah loyal. Anda bisa lebih cepat melakukan obrolan yang langsung mengarah kepada selling.

Beritahu

Mulailah percakapan dengan menanyakan kabarnya. Beritahu kepada mereka produk terbaru Anda. Jelaskan secara singkat terutama dalam segi kualitas dan manfaatnya

Tawarkan

Mulailah menawarkan produk tersebut, berikan penawaran khusus  yang akan membuatnya bersegera melakukan transaksi.

Pertahankan

Selanjutnya, sampailah pada fase untuk mempertahankan. Apa saja yang harus dipertahankan?

Pelayanan

Kualitas

Hubungan baik

 

4.Klien setia

Bagi klien setia, lakukan hal hal yang special dan berbeda  ucapkan terima kasih atas refrensi yang dia berikan kepada anda

Contoh

Hai mba susi .apa kabarnya..lagi sibuk apa sekarang .. waah iya terima kasih yaaa… mba rina teman mba susi itu looh dia juga beli membeli produk saya karena di refrensiin mba susi katanya sekali lagi terima kasih yaa mba Susi

Mba Susi sekarang lagi butuh apa lagi niiih.. saya bantu carikan sesuai yang mba Susi butuh.  lagi ada model model yang baru loh mba, sudah saya pisahkan juga sesuai selera mba Susi.. kereen deeh pasti mba Susi suka seperti biasa …

lanjutkan dengan menunjukan produk yang anda tawarkan

Dari keempat penjelasan diatas, apakah sudah bisa Anda simak secara utuh pesan yang saya sampaikan dari artikel ini? Jika belum silahkan untuk mengulangi membaca bagian yang belum Anda pahami

Namun apabila semua pemaparan diatas sudah cukup, silahkan untuk segera mempraktekkannya.

Okeeeee… selamat membangun hubungan dengan pembeli pembeli anda…. jadikan merekalayaknya sahabat anda. Berikan yang terbaik layaknya seorang sahabat memberikan yang terbaik

Happy Selling

salam

Irma Sustika

 

If you enjoyed this article, Get email updates (It’s Free)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *