Perempuan Harus Bisa Jadi ‘Inspiring’

Perempuan Harus Bisa Jadi ‘Inspiring’ JAKARTA, KABARWARTA – Seorang perempuan harus bisa menjadi ‘inspiring’ bagi orang lain, benarkah begitu? Wawancara khusus dengan Irma Sustika pada kabarwarta.com. Irma adalah seorang perempuan yang menjadi inspirator, trainer. Dirinya saat ini menjabat sebagai Owner ISF Consulting, dan juga founder womenpreneur community. 

Selama menjalani Womenpreneur Community, hal tersulit apa yang menjadi tantangan?
Tidak ada tantangan, itu adalah bagian saya untuk berbagi dgn teman-teman. Jadi, karena saya sebagai perempuan, saya sebagai ibu rumah tangga, dan saya melihat banyak teman, terutama para ibu rumah tangga yang waktunya terbuang.
Harapan anda untuk perempuan?
Saya ingin mengajak teman-teman wanita, dan siapapun juga bisa menggunakan waktunya untuk menghasilkan, dan juga bisa sama-sama berbagi. Kita ingin, bahwa karena sukses itu bukan sekedar untuk dinikmati sendiri, tapi sukses adl saat kita bisa bermanfaat buat orang lain. Sebagai seorang perempuan, perempuan itu harus bisa jadi inspiring buat orang lain.
Bagaimana perkembangan minat para ibu rumah tangga terhadap entrepreneurship?
Sangat besar dan peluangnya juga sangat besar. Kesulitan tidak ada, mungkin jarak, karena bukan hanya di jakarta, itu ada di berbagai daerah, untuk di daerah belum bisa banyak tersentuh langsung atau dengan kegiatan-kegiatan.
Apa program Womenpreneur Community tahun ini?
Hampir setiap bulan kita ada kegiatan. Karena saya ingin, mereka menjadi entrepreneur bukan hanya sekedar punya modal semangat, atau hanya modal ide, tanpa dilaksanakan tapi dalam pelaksanaannya juga.
Untuk memulai bisnis itu seperti apa?
Misalnya untuk bisnis online orang mengambil keputusan membeli yg dilihat tampilan gambar, kita memberikan kegiatan bagaimana caranya melakukan fotografi, untuk mempercantik tampilan produk jualannya. Bagaimana membuat bisnis plan, rencana pejualan, dan membuat website sendiri.
Setelah pelatihan, sekira berapa presentase yang berhasil menjalankan usahanya?
Hampir semua jalan. Mulai dari yang ‘nol’ sampai akhirnya mereka bisa melakukan. (Red/P)
Ditulis Oleh: Lydia Oktavia
If you enjoyed this article, Get email updates (It’s Free)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *