Refleksi Kehidupan

lilinRefleksi kehidupan, Waktu terus bergulir, dari tahun menjadi bulan menjadi hari menjadi menit dan detik, Tanpa terasa umur juga terus bertambah, Itulah kehidupan ibarat air yang terus mengalir kadangkala menghadapi banyak rintangan dan tantangan.

Kadangkala pula rintangan tersebut gagal kita hadapi dan membuat kepedihan yang memporak-porandakan impian dan sketsa yang telah kita susun, itulah kehidupan seberat apapun pasti  berlalu dan terkadang pula kita dihadapkan pada keberhasilan sehingga impian dan angan kita melambung tinggi namun sekali lagi itulah kehidupan dan semuanya pasti akan terlampaui.


Hari ini  15 November 2013 , tepat dimana 48 tahun lalu diriku dihadirkan didunia ini. Hari ini ku memulai hari dengan berhenti sejenak mengingat kembali begitu banyak limpahan berkah yang sudah ku terima sepanjang perjalanan kehidupan, dan bukan berarti berjalan mulus dan lurus, jalan jalan terjal yang harus saya lewati, jurang jurang curam yang harus kulalui, itulah mata pelajaran yang sudah Engkau berikan

Terjatuh terjungkal bahkan terpental dalam perjalanan kehidupan,adalah caraMU membuat semua otot kekuatanku semakin kuat..

Tuhan, begitu banyak limpahan berkah yang telah Engkau berikan kepada kami, namun begitu kecilnya yang aku berikan kepada sekelilingku, sungguh sesuatu yang masih jauh dari sepadan.

Sungguh nikmatMu tak mampu aku menghitungnya, maafkan aku ya Allah,yang terkadang masih menghitung permasalahan yang aku hadapi, padahal segala permasalahan yang harus aku lewati hanya setitik dibandingkan dengan NikmatMU ya Allah.

Ku melihat masa laluku itu bagai pelangi, pelangi yang mewarnai hidupku, pelangi yang selalu kurindukan setelah hujan. Ada bahagia, ada duka, ada tawa, ada tangis, ada rindu, ada benci. Semua bercampur dalam ramuan memori yang tak akan terlupa. Dan aku mensyukuri semua itu. Bersyukur dalam bahagiaku, bersyukur dalam tangisku, bersyukur dalam sukaku, bersyukur dalam dukaku.

Terima kasih Mama, yang telah berjuang menghadirkanku kedunia , yang mengasuh membimbing , mendidik hingga aku mampu seperti sekarang ini, tak mampu aku membayar perjuangan mama

Terima kasih papa, yang sudah mendidik aku dengan caramu dan menjadikan ku wanita kuat

Terima kasih Angga, sulungku yang sering membuatku tercentil centil

My lovely son Dimas , yang kini berada dipangkuan Allah, mama kangen nak, tapi kerinduan ini, tidak lagi melemahkan mama, justrus semakin menguatkan langkah mamau sampai hingga waktunya Allah mempertemukan kita kembali ya nak..

Tak  terasa 48 tahun sudah mengarungi samudra kehidupan di dunia ini, Ya Allah, bimbing langkahku disisa usiaku, bimbing langkah kami tetap berada dijalanMU, sampaikan langkahku menghantarkan sulungku hingga mencapai samudra Impiannya, sampaikan langkahku mencapai impian impianku, semoga di sisa usia ini yang ntah sampai kapan aku masih bisa selalu berbagi, semoga langkh langkah kecil yang kulalui bisa menjadi manfaat bagi sekelilingku.

 

Tuhan, aku tidak berharap menjadi hebat, namun ak berharap disisa usia ini, hidupku menjadi manfaat bagi orang lain, karena  hanya karena KekuatanMu aku mampu melangkah hingga detik ini.

 

 

If you enjoyed this article, Get email updates (It’s Free)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *