UKM Juga Harus Sadar Cashflow

Pernah dengar istilah ‘Cash is King’? Istilah ini ada untuk menunjukkan pentingnya cash flow atau arus kas dalam kegiatan usaha terutama untuk kebutuhan operasional (jangka pendek).

Pada dasarnya cash flow adalah arus uang masuk dan uang keluar, di mana idealnya uang masuk harus lebih besar dari uang keluar.

Elemen dasar dari cash flow adalah:

Kas awal, yaitu uang yang kita punya di awal bulan

Uang masuk adalah uang yang diterima, termasuk segala hasil penjualan, receivables (penerimaan), atau hasil penjualan asset.

Uang keluar, termasuk pengeluaran wajib seperti gaji dan biaya variable

Kas akhir, adalah uang yang kita punya di akhir bulan yang terbentuk dari kas awal + uang masuk – uang keluar.

Dalam kegiatan operasional UKM, terkadang kita dibuat pusing dengan kondisi keuangan bahkan ketika usaha berjalan lancar dan ada pemasukan rutin. Cara mudah untuk mengatasinya adalah dengan membuat budget cash flow yang berfungsi untuk mengontrol dan mengetahui ke mana perginya uang yang ada.

Dengan adanya budget cash flow, kita dapat mengetahui kondisi keuangan UKM: apakah terlalu banyak pengeluaran yang tidak perlu atau, pengeluaran yg raib tidak jelas
atau kita perlu merubah strategi usaha dan meningkatkan penjualan karena pemasukan tidak memadai.

Salah satu kunci dalam mengelola cash flow adalah kemampuan kita untuk mengantisipasi kebutuhan cash flow yang ada.

Misalkan sebagai pedagang pakaian, menjelang Lebaran adalah saatnya kita punya banyak stok, yang berarti akan ada kebutuhan modal yang lebih besar dari biasanya. Untuk memastikan ketersediaan modal, maka penting bagi kita untuk membuat proyeksi cash flow setidaknya selama satu tahun.

Arus kas itu ibarat aliran darah dalam tubuh kita. Secara fisik, bisa saja kita kelihatan sehat. Tapi, jika pada saat tertentu aliran darah macet, tubuh kita akan pegal-pegal, yang jika dibiarkan akan berpotensi melebar ke mana-mana.
Secara laporan keuangan, perusahaan bisa saja laba, tapi bisa saja pada periode tertentu arus kasnya negatif, yang jika dibiarkan akan mematikan perusahaan.

Maka, menjadi pengusaha bukan hanya mampu meningkatkan penjualan dan profitabilitas, tetapi juga melancarkan arus kas perusahaan. , Manajemen Cash Flow harus menjadi salah ilmu yang harus dikuasai pengusaha….. bagaimana jadinya kalau catatatan uang hanya terlihat di kertas tp fiskknya raib ntah kemana

Macetnya cashflow dampat berdampak kesana kemari

laaah panjangnyaaaaa saya nulis

intinya materi ini jg menjadi bagian dari agenda belajar dan pendampingan pengembangan UKM di program IWPC6

apa materi lainnya? segera menuju ke www.iwpc.womanpreneur-community.com

If you enjoyed this article, Get email updates (It’s Free)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *